LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN BAKTERI SALMONELLA, VIBRIO CHOLERAE, DAN E. COLI PADA PISANG IJO

 

Mata Kuliah        : Penyehatan Makanan Dan Minuman -A

Dosen Pengampu : Khiki Purnawati Kasim, S.ST., M.Kes

                        LAPORAN PRAKTIKUM

“Pemeriksaan Bakteri Salmonella,Vibrio Cholera, Dan E. Coli Pada Pisang Ijo”




DISUSUN OLEH :

PUTRI INAYAH

PO714221211068

 

 

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR

JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN

PROGRAM STUDI D.IV

2023

 


“ PEMERIKSAAN SALMONELLA PADA PISANG IJO“

  1. Dasar Teori

Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram negative berbentuk tongkat yang menyebabkan tifus, paratifus, dan penyakit foodborne. Spesies-spesies salmonella dapat bergerak bebas dan menghasilkan hydrogen sulfida. Salmonella dinamai dari daniel edward salmon, ahli patologi Amerika walaupun sebenarnya, rekannya theobald smith (yang terkenal akan hasilnya pada anafilaksis) yang pertama kali menemukan bacterium tahun 1885 pada tubuh babi.

Salmonella thypi merupakan penyebab penyakit tiphus dan dosis yang dapat menimbulkan gejala infeksi oleh s.thypi adalah 10⁴. Selain penyakit tiphus bakteri ini dapat juga menimbuljan demam enteric, septikimia dan gastrienteritis, yang biasanya ditandai oleh gejala-gejala yang umumnya nampak 12-36 jam setelah makanan yang tercemar.

Menurut supardi dan sukamto (1999), bakteri ini bersifat motil dan mempunyai flagella peritikus serta dapat tumbuh pada suhu antara 5-47°, dengan suhu optimum 35-37°. Beberapa sel vegetative salmonella thypi tetap dapat hidup selama penyimpanan beku.

Makanan-makanan yang sering terkontaminasi oleh salmonella thypi yaitu telur dan hasil olahannya,ikan dan hasil olahannya, daging ayam,daging sapi, serta susu dan hasil olahannya.

  1. Tujuan

Tujuan Dari praktikum ini yaitu untuk mengidentifikasi keberadaan salmonella pada pisang ijo.

  1. Hasil

1.     Sampel Makanan : Pisang Ijo

2.     Lokasi Pengambilan sampel : Salah Satu Pusat jajanan Ramadhan di makassar

3.     Tanggal Praktikum = 3 – 6 April 2023

Adapun hasil yang diperoleh pada pemeriksaan salmonella sp pada sampel Pisang Ijo yaitu :

No.

Hari (Media)

Keterangan

1.

Hari I ( Penanaman sampel pada media lactose Broth)

Penanaman 1 ml sampel pada media lactose broth lalu di inkubasi 1x24 jam pada suhu 37°

 

 

2.

 

 

Hari II (Penanaman pada media endo agar)

 

 

 

(+) di duga terjadi perubahan warna dari jernih menjadi keruh dan terdapat gas dalam tabung

 

 

3.

 

Hari III (Penanaman pada sampel media gula-gula dan TSIA)

 

(+) Terdapat coloni warna merah rose pada endo agar kemudian dilanjutkan pemeriksaan dengan media gula-gula dan TSIA

 

 

4.

 

 

Hari IV (Pembacaan Hasil)

 

(+) Positif Salmonella

 

Adapun hasil pembacaan media Gula-gula untuk salmonella yaitu Sebagai berikut :

Mikroorganisme

Mal.

Man.

Sac.

Lak.

Glu.

H2S

Enterobacter

Aerogene

 

+AG

 

 

+AG

 

+AG

 

+A

 

+AG

 

(-) Negatif

   
 D. Analisa hasil

Berdasarkan praktikum yang telah di lakukan di laboratorium mikrobiologi jurusan Kesehatan lingkungan poltekkes kemenkes makassar pada tanggal 3 – 6 April 2023. Adapun Sampel yang digunakan yaitu Pisang Ijo yang diperoleh dari salah satu stand di jajanan pasar Ramadhan jl. Mappanyuki.

Hasil yang diperoleh dari pemeriksaan salmonella pada sampel pisang ijo di nyatakan positif, dan dapat dilihat pada pencocokan tabung media gula-gula diketahui sampel tersebut menandakan bahwa tidak mengandung bakteri salmonella akan tetapi ditemukan bakteri coliform lain yaitu Enterobacter aerogene.

Adapun faktor yang  menyebabkan adanya bakteri pada sampel pisang ijo yaitu penjamah makanan yang tidak bersih dalam melakukan pengolahan sehingga terjadi kontaminasi bakteri dan penggunaan bahan baku yang tidak memenuhi standar yang dipersyaratkan. Cara pencucian buah juga bisa menjadi faktor peyebab adanya bakteri karena (Sapers,2001:305) melaporkan  pencucian dan sanitasi buah konvensional tidak dapat menghilangkan atau menginaktivasi mikroorganisme pathogen lebih dari 90 atau 99%.

Enterobacter secara normal ditemukan dalam saluran pencernaan pada manusia dan hewan. Di samping itu, Enterobacter dapat menyebabkan infeksi baik di manusia maupun hewan seperti infeksi saluran urinary, pneumonia, bakteremia, dan infeksi lainnya yang termasuk dalam infeksi nosokomial.

E. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari praktikum pemeriksaan bakteri salmonella pada sampel pisang ijo diperoleh hasil negatif mengandung salmonella, namun positif mengandung bakteri Enterobacter aerogene.

Berdasarkan peraturan badan pengawas obat dan makanan nomor 13 tahun 2019 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam bahan pangan olahan untuk jumlah bakteri salmonella di dalam makanan yang dapat dikonsumsi negatif/25g.

F. Saran

        Senantiasa untuk melakukan proses pengolahan dan penyajian makanan dengan baik yang sesuai dengan standar sanitasi pengolahan pangan untuk menghindari terjadinya kontaminasi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). (2019).

        PerBPOM Nomor 13 Tahun 2019 tentang Batas Maksimal Cemaran Mikroba

        dalam Pangan Olahan. Jakarta: Kepala Pengawas Obat dan Makanan Republik

        Indonesia.

Supardi dan sukanto.1999. Mikrobiologi, pengolahan dan keamanan pangan.

        Jakarta : Alumni.

Sapers, G.M. 2001. “Efficacy of washing and sanitizing methods for disinfection of

        fresh fruit and vegetable products”. Food Technol. Biotechnol. 39(4): 305-311.

SARI RAMADHANI SYARIS.2018. ANALISA BAKTERI Salmonella sp PADA

          SAUS TOMAT YANG DIPERDAGANGKAN DI PASAR SIMPAN LIMUN

          MEDAN.(online).http://repo.poltekkesmedan.ac.id/jspui/bitstream/1234567

          89/1603/1/KARYA%20TULIS%20ILMIAH.pdf

 



“PEMERIKSAAN VIBRIO CHOLERA PADA PISANG IJO”

  1. Dasar Teori

Vibrio Cholerae pertama kali di temukan oleh seorang ahli anatomi dari itala Filippo pada tahun 1854. Vibrio Cholera merupakan salah satu bakteri paling banyak terdapat pada permukaan air yang terkontaminasi limbah industri dan limbah rumah tangga. Vibrio cholerae adalah bakteri basil yang memiliki bentuk bengkok (Seperti koma) dengan diameter 2-4 μm. Bakteri ini dapat bergerak aktif karena memiliki flagel yang bersifat pola. Vibrio cholerae membentuk koloni bulat, cembung dan halus. Vibrio bisa hidup baik dengan berbagai jenis media dengan suhu 37°C.

Makanan merupakan kebutuhan dasar bagi hidup manusia. Untuk itu, makanan yang dikonsumsi hendaknya memenuhi kriteria makanan tersebut aman untuk di konsumsi. Makana naman adalah makanan yang terbebas dari komponen-komponen berbahaya atau organisme yang dapat menyebabkan keracunan atau menimbulkan penyakit (food-borne disease).

Es pisang ijo adalah sejenis makanan khas dari Daerah Makasar, Sulawesi Selatan yang terbuat dari bahan utama berupa pisang. Es pisang ijo yang dimaksud adalah pisang yang dibalut dengan adonan tepung yang bewarna hijau dengan cara memasaknya dikukus dalam dandang. Adonan tepung berwarna hijau tersebut dibuat dari tepung, air, pewarna makanan (hijau) atau dengan menggunakan pewarna alami (seperti air daun suji atau air daun pandan).

  1. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengidentifikasi keberadaan vibrio cholerae pada pisang ijo.

  1. Hasil

1.     Sampel Makanan : Pisang Ijo

2.     Lokasi Pengambilan Sampel : Salah Satu Pusat jajanan Ramadhan di makassar

3.     Tanggal Praktikum : 3 – 6 April 2023

Adapun hasil yang diperoleh pada pemeriksaan Vibrio Cholerae pada sampel Pisang Ijo yaitu :

No.

Hari (Media)

Keterangan

 

1.

 

Hari I (Penanaman sampel pada media pepton alkalis)

Penanaman sampel dilakukan pada media pepton yang kemudian di inkubasi selama 1x24 jam pada suhu 37°

 

2.

 

Hari II (Pembacaan Hasil pada media pepton alkalis)

(-) tidak ditemukan vibrio cholerae yang dilihat dari ciri-ciri pada tabung yaitu tidak adanya gelumbung gas dan tidak ada perubahan warna yang terjadi (media pepton tidak berubah menjadi warna biru kehijauan).

 

  1. Analisa Hasil

Berdasarkan hasil praktikum yang telah di lakukan di laboratorium mikrobiologi jurusan Kesehatan lingkungan poltekkes kemenkes makassar diperoleh hasil bahwa pisang ijo yang diperiksa tidak terdapat bakteri vibrio, karena pada bakteri ini pada umumnya banyak ditemukan pada makanan hasil laut seperti udang, kepiting, ikan, lobster, dan makan seafood lainnya. Namun tidak semua makanan yang bukan hasil laut tidak dapat terkontaminasi bakteri vibrio. Adapun beberapa alur kontaminasi pada makanan terutama makanan yang bermerk yaitu pada saat pengiriman sampelnya terdapat kerusakan pada kemasan, sehingga membuat makanan tersebut terkontaminasi vibrio. Dapat juga dikarenakan oleh suhu penyimpanan makanan tersebut yang dapat membuat bakteri vibrio bertahan hidup. Adapun suhu optimum untuk pertumbuhan vibrio yaitu 37°C.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum pemeriksaan vibrio cholera pada sampel pisang ijo diperoleh hasil negatif atau tidak terdapat bakteri vibrio.

Berdasarkan kepala badan pengawas obat dan makanan (BPOM) republic Indonesia nomor HK.00.06.1.52.4011 tahun 2009 untuk jumlah bakteri vibrio yang terkandung di dalam makanan yang dapat dikonsumsi 25 g. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pisang ijo tersebut dapat dikonsumsi.

  1. Saran

Disarankan kepada pengelola makanan khususnya pisang ijo yang dipeiksa yaitu untuk mempertahankan kualitas pisang ijo nya karena sudah bagus tidak terdapat vibrio cholera, salah satunya dengan memperhatikan penyimpanan atau pengiriman agar tidak terkontaminasi bakteri seperti vibrio cholerae.

 

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). 2009.

        Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia

        Nomor HK.00.06.1.52.4011 tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran

        Mikroba dan Kimia dalam Makanan. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan

        Makanan Republik Indonesia.

 

NUR ANNISA.2019.KARYA TULIS ILMIAH ANALISA BAKTERI Vibrio Sp

             PADA KERANG REBUS YANG DIPERDAGANGKAN DIKECAMAT

             AN TANJUNG MORWA. Online. http://repo.Poltekkes-medan.ac.id/jspui

             /.bistream/123456789/1594/1/. KTI%20ICA.pdf. Diakses pada tanggal 8

             April 2023 Pukul 13.05 WITA

 

S SULIYANINGSIH.2020.IDENTIFIKASI BAKTERI Vibrio cholerae PADA

           KERANG HIJAU (pernah Viridis) YANG DI JUAL DI PASAR LEGI

           JOMBANG. Online. http://repo.stikesicme-jpg.ac.id/3944/4/KTI%20

           SULIYANINGSIH-171310039.pdf. Diakses pada tanggal 9 April 2023

           Pukul 05.34 WITA

 

                                             “PEMERIKSAAN E. COLI PADA PISANG IJO”

 

  1. Dasar teori

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intensial, yaitu hidup didalam saluran pencernaan manusia. Escherichia Coli adalah salah satu bakteri coliform. Escherichia coli hidup pada saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas. Apabila bakteri bentuk coli terdapat dalam air yang diperiksa, berarti bahwa air tersebut telah tercemar oleh kotoran yang berasal dari manusia atau hewan berdarah panas, sehingga makanan dan minuman tersebut kemungkinan pula mengandung bakteri-bakteri yang berasal dari kotoran tersebut. Dengan kata lain, adanya bakteri coli merupakan suatu indikator bahwa makanan/minuman tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.

E.Coli dalam jumlah yang banyak Bersama-sama tinja, akan mencemari lingkungan. E coli merupakan bakteri batang gram negative, tidak berkapsul umunya mempunyai fimbria dan bersifat motile. Bakteri ini mampu meragi lactose dengan cepat sehingga pada EMB membentuk koloni merah muda sampai tua dengan kilatan logam yang spesifik, dan permukaan halus.

E. Coli merupakan bakteri gram negatif, bergerak, berbentuk batang, tidak berkapsul, motil,bersifat fakultatif anaerob dan termasuk famili enterobacteriaeceae. Escherichia coli mempunyai ukuran panjang 2,0 - 6,0 μm dan lebar 1,1 - 1,5 μm, tersusun tunggal atau berpasangan dengan flagella peritrikus. Bakteri ini dapat tumbuh pada suhu antara 10-40°C, dengan suhu optimum 37°C.

Adanya Escherichia coli pada makanan atau minuman menunjukkan kemungkinan adanya mikroorganisme yang bersifat enteropatogenik dan tasksigenik yang berbahaya bagi Kesehatan.

 

  1. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini yaitu untuk mengidentifikasi keberadaan e. Coli pada pisang Ijo.

 

  1. Hasil

1.     Sampel makanan : Pisang Ijo

2.     Lokasi pengambilan : Salah Satu Pusat jajanan Ramadhan di makassar

3.     Tanggal Praktikum : 3 – 6 April 2023

Adapun hasil yang diperoleh pada pemeriksaan E. Coli pada sampel Pisang Ijo yaitu : 

No.

Hari (Media)

keterangan

 

1.

 

Hari I (Penanaman pada media EC. Medium)

Penanaman dilakukan dengan memasukkan 1 ml sampel lalu di inkubasi selama 1x24 jam dengan suhu 37°C.

 

 

2.

 

Hari II (Penanaman pada media endo agar)

(+) terdapat gelembung gas dan terjadi perubahan warna menjadi keruh sehingga dilakukan penanaman pada media endo agar dengan metode gores

 

3.

Hari III (Penanaman media gula-gula dan TSIA)

Sampel yang ditanam di media endo agar memiliki ciri-ciri warna yang lebih pekat dan mengkilap. Hal ini menyebabkan sampel di duga mengandung E. Coli.

4.

Hari IV (Pembacaan Hasil)

(+) Positif E. Coli

 

Adapun hasil pembacaan Media gula-gula untuk E.Coli yaitu sebagai berikut:

Mikroorganisme

Mal.

Man.

Sac.

Lak.

Glu.

H2S

Enterobacter

Aerogene

 

+AG

 

 

+AG

 

+AG

 

+A

 

+AG

(-) Negatif

 

  1. Analisa Hasil

Berdasarkan praktikum yang telah di lakukan di laboratorium jurusan Kesehatan lingkungan poltekkes kemenkes makassar pada hari senin-kamis tanggal 3-6 April 2023 di dapatkan hasil bahwa pisang ijo yang di beli di salah satu pusat jajanan Ramadhan di makassar tiding mengandung E.Coli tetapi mengandung bakteri lain yaitu Enterobacter aerogene karena pada hasil akhir dari pemeriksaan sampel tersebut negative H2S dan mengandung + AG (Maltosa, mannitol, sakarosa, dan glukosa). Hal ini cocok dengan kriteria Enterobacter aerogene, sedangkan untuk bakteri E. Coli tidak mengandung sakarosa. Oleh karena itu, sampel tersebut dinyatakan tidak mengandung bakteri E. Coli.

Enterobacter aerogene adalah bakteri yang termasuk ke dalam famili Enterobacteriaceae. Ini menandakan bahwa Enterobacter aerogene dan E.coli masih dalam satu family.

Sumber kontaminasi makanan yang paling utama berasal dari pekerja, peralatan, sampah, serangga, dan faktor lingkungan seperti udara dan air. Dari seluruh sumber kontaminasi makanan- makanan tersebut pekerja adalah paling besar pengaruh kontaminasinya. Kesehatan dan kebersihan pengolah makanan mempunyai pengaruh yang cukup besar pada mutu produk yang dihasilkan.

Penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan oleh Enterobacter aerogene mulai dari diare, gastroenteritis, peritonitis, infeksi saluran nafas, infeksi saluran kemih, dan bahkan penyakit autisme.

 

  1. Kesimpulan

Dari hasil praktikum pemeriksaan E.coli pada sampel pisang ijo diperoleh hasil positif mengandung bakteri Enterobacter aerogene. Berdasarkan peraturan badan pengawas obat dan makanan nomor 13 tahun 2019 tentang batas maksimal cemaran mikroba dalam pangan olahan untuk jumlah bakteri Escherichia Coli 7,4 APM/g.

 

  1. Saran

Di harapkan kepada penjual agar memperhatikan kebersihan diri dan peralatan yang digunakan dengan cara mencuci di air yang mengalir serta mencuci tangan dengan sabun dan bilas dengan bersih.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). (2019).

        PerBPOM Nomor 13 Tahun 2019 tentang Batas Maksimal Cemaran Mikroba

        dalam Pangan Olahan. Jakarta: Kepala Pengawas Obat dan Makanan Republik

        Indonesia.

DS. Setiawan.2010.FAKTOR RESIKO KOLONISASI Enterobacteriaceae

           PADANASOFARING DEWASA. Online. https://eprints.undip.ac.id/

           23306/I/.Dian_S.pdf. Diakses pada tanggal 7 April 2023 Pukul 10.32

           WITA

Meyla Mohede.2014.HUBUNGAN HIGIENE PENJUAL DENGAN

        KEBERADAAN BAKTERO Escherichia PADA SAMBAL MA

        KANAN YANG DIJUAL DI SEKITAR UNIVERSITAS DIAN

        NUSWANTORO SEMARANG TAHUN 2014. Online. http://ep 

        Rints.dinus.ac.id/7945/I/jurnal_13709.pdf. Diakses pada tanggal

        7 April 2023 Pukul 13.01 WITA.

                                                                         LAMPIRAN


Gambar 1. Hasil Tes Perkiraan

Gambar 2. Hasil Pembacaan uji biokimia (Media gula-gula)

Gambar 3. Hasil tes penegasan media endo agar salmonella

Gambar 4. Hasil tes penegasan media endo agar E. Coli





 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Komentar